Office and School Supplies

Tampilkan postingan dengan label basisdata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label basisdata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Januari 2016

Pengenalan Relasi Tabel Pada Database

Relasi adalah hubungan antara tabel yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata. Relasi merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan lainnya yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata dan berfungsi untuk mengatur mengatur operasi suatu database. Hubungan yang dapat dibentuk dapat mencakup 3 macam hubungan, yaitu : 

One-To-One (1-1)
Mempunyai pengertian "Setiap baris data pada tabel pertama dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua". Contohnya : relasi antara tabel mahasiswa dan tabel orang tua. Satu baris mahasiswa hanya berhubungan dengan satu baris orang tua begitu juga sebaliknya.
contoh relasi one-to-one
One-To-Many (1-N)
Mempunyai pengertian "Setiap baris data dari tabel pertama dapat dihubungkan ke satu baris atau lebih data pada tabel ke dua". Contohnya : relasi perwalian antara tabel dosen dan tabel mahasiswa. Satu baris dosen atau satu dosen bisa berhubungan dengan satu baris atau lebih mahasiswa.
contoh relasi one-to-many
Many-To-Many (N-M)
Mempunyai pengertian "Satu baris atau lebih data pada tabel pertama bisa dihubugkan ke satu atau lebih baris data pada tabel ke dua". Artinya ada banyak baris di tabel satu dan tabel dua yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya : relasi antar tabel mahasiswa dan tabel mata kuliah. Satu baris mahasiswa bisa berhubungan dengan banyak baris mata kuliah begitu juga sebaliknya.

contoh relasi many-to-many

Cara Membuat Relasi Antar Tabel Database

Database merupakan kumpulan dari tabel-tabel yang akan menyimpan data mentah. Pada pembahasan sebelumnya telah diketahui bahwa tabel adalah komponen utama dari database. Karena itu, setiap tabel harus saling berhubungan agar akses data untuk mendapatkan informasi yang tepat dan cepat dapat dilakukan dengan baik. Misalnya Tabel Dokter dan Tabel Pasien harus memiliki relasi karena dokter bekerja untuk melayani setiap pasien yang datang ke Puskesmas. 
Perhatikan Tabel Dokter dan Tabel Pasien yang telah dibuat sebelumnya.


 

 Dari kedua tabel di atas, nampak bahwa tidak memiliki relasi atau hubungan. Masing-masing berdiri sendiri karena Tabel Dokter hanya berfungsi menyimpan data Dokter dan Tabel Pasien hanya berfungsi menyimpan data Pasien. Relasi antara dokter dan Pasien akan terjadi ketika Pasien datang berobat ke Puskesmas. Karena itu, kita akan membuat sebuah tabel baru dengan nama Tabel RAWAT dinama atribut dari tabel Rawat adalah ID_Dokter, ID_Pasien, Tgl_Rawat, Kode_Penyakit, Kode_Obat. Bentuk tabel Rawat adalah sebagai berikut :

 Tabel Rawat befungsi untuk menyimpan Data Perawatan setiap pasien. Dari Tabel Rawat, dapat diperoleh informasi tentang sejarah atau riwayat perawatan setiap pasien.

Dalam membangun relasi antar tabel database, perlu diketahui tentang istilah-istilah dalam relasi database sebagai berikut :

  1. Primary Key. Sebuah Field/atribut yang ditandai sebagai kunci utama dari sebuah tabel dengan tujuan untuk membuat nilai dari Field Primary Key sebagai nilai yang unik. Sebagai nilai yang unik, maka setiap data yang disimpan dalam Field Primary Key tidak akan memiliki nilai yang sama. Dengan demikian, maka tidak akan terjadi penyimpanan data yang memiliki data yang sama. Misalnya dalam Tabel Dokter, field yang dapat dipilih sebagai Primary Key adalah ID_Dokter karena setiap dokter memiliki ID yang berbeda. Dengan memilih ID_Dokter sebagai  Primary Key, maka tabel Dokter tidak akan dapat menyimpan ID_Dokter yang sama lebih dari satu kali. Demikian juga pada Tabel Pasien, Primary Key-nya adalah ID_Pasien.
  2. Foreign Key. Sebuah Field dalam sebuah Tabel dimana Field tersebut berasal dari Field Primary Key dari sebuah Tabel Lain dengan tujuan untuk membuat relasi dengan tabel tersebut. Misalnya pada tabel Rawat terdapat Field ID_Dokter, ID_Pasien,Kode_Penyakit, dan Kode_Obat. Ke-4 Field tersebut disebut Foreign Key karena berasal dari Tabel lain.

Relasi ketiga tebel di atas dugambarkan sebagai berikut :
 Relasi di atas artinya Dokter dapat merawat banyak pasien (One To Many) dan Pasien dapat dirawat banyak kali (One To Many)

Senin, 04 Januari 2016

Konsep Basis Data


Syarat Basis Data
- Data saling berhubungan untuk menghasilkan informasi tertentu
- Tidak adanya redundansi dan inkonsistensi data
- Multiple User

Redundansi terjadi jika suatu informasi disimpan dibeberapa tempat.
Contoh Redundansi :
data mahasiswa yang memuat NIM, nama, alamat dan atribut lainnya data KHS mahasiswa yang isinya terdapat NIM, nama, mata_kuliah dan Nilai.

Arsitektur Basis Data 
1.      Lapis Internal (physical level), berkenaan dengan penyimpanan secara fisik. 
2.      Lapis Konseptual (logical level), menjelaskan simpanan data dalam database, dan    relasi antar data.
Type pelanggan = record
 nama            : string;
 jalan             : string;
 kota : string;
 end;
3.      Lapis Eksternal (view level), lapis yang berkenaan dengan apa yang kelihatan bagi para pemakai akhir (end users).
Gambar Arsitektur Basis Data
Contoh dalam sebuah basis data pegawai :
1.      Pada level konseptual,
basis data mengandung informasi tentang sebuah entity yang disebut PEGAWAI. Setiap PEGAWAI mempunyai sebuah ID_PEGAWAI (6 karakter), ID_DEPARTEMEN (4 karakter) & GAJI (5 digit desimal).
2.      Pada level internal,
para pegawai direpresentasikan oleh STRORED_PEG, panjang 20 byte. STORED_PEG terdiri atas 4 field yaitu flag/pointer, 6 byte, tiga field untuk atribut PEGAWAI.
3.      External Level / View Level 
Adalah level user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.    

                              – Programmer  : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti   C, COBOL, atau PL/I
                                   – End user    : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.

4.      Conceptual Level / Logical level
Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual,  keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual.
5.      Internal/Physical Level
Adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

  Bahasa SQL
•   SQL = sequel
•   Pertama kali SQL dikembangkan pada tahun 1970 oleh IBM
•   SQL kependekan dari Structured Query Language.
•   Basis data umumnya menggunakan bahasa Query sebagai landasannya.
•   Faktanya Bahasa Query selalu dianggap bahasa pemograman yang lebih mudah dimengerti.

BAGIAN SQL :

1.      DDL  (Data Definition Language), Untuk mendefinisikan data yang berhubungan dengan pembuatan dan penghapusan object.
 
–     CREATE (Membuat)
–     DROP (Menghapus)
–     ALTER (Merubah)

2.      DML (Data Manipulation Language), Untuk memanipulasi data pada tabel, record.


–     INSERT (Memasukkan)
–     UPDATE (Merubah)
–     DELETE (Menghapus)

3.      Retrieving Data, Perintah untuk menampilkan data.


–     SELECT

4.      DCL  (Data Control Language), Bahasa yang berhubungan dengan pengendalian akses database. 

–     GRANT (memberikan akses)
–     REVOKE (mencabut akses)

5.      DTL (Data Transaction Language), Bahasa yang digunakan untuk mengelola transaksi di database
 
–     COMMIT (Setuju)
–     ROLLBACK (Batal)

Tipe Data
•   Dalam SQL juga mengenal beragam tipe data.
•   SQL menawarkan lebih dari 20 tipe data.
•   Faktanya tipe data yang umum digunakan paling tidak lima.
•   Tipe data selalu menentukan jenis data yang akan masuk ke basis data.
•   Tipe data harus dirancang dengan efektifitas dan efisiensi yang tepat.
•   Integer / Numeric, tipe ini digunakan untuk karakter  angka.
-          bigint            :  -263 - 263 
-          Int                 :  -231 - 231
-          Smallint        :  -215 - 215
-          Tinyint          :  0 - 255
-          Bit                 :  1 atau 0
-          Numeric        :  -1038 + 1 à 1039  + 1

•   Numeric Precission
-          float  : bilangan presisi -1.79E + 308 à  1.79E + 308
-          real    : bilangan presisi -3.40E + 38 à 3.40E + 38 

·         Datetime, tipe ini digunakan untuk format penanggalan.
-          Datetime : 1 Januari 1753 à 31 Desember 9999
-          Smalldatetme : 1 Januari 1900 à 6 Juni 2079

·         String, tipe ini digunakan untuk menangani karakter dengan panjang yang harus ditentukan.
-          Char  : panjang tetap, max 8000 karakter
-          Varchar : panjang tidak tetap, max 8000 karakter
-          Text   : tipe ini digunakan untuk format artikel, max 231 – 1 karakter 

·         Unicode Character Strings
-          Nchar            : max 4000 karakter
-          Nvarchar       : max 4000 karakter
-          Ntext             : max  230 - 1

·         Binary Strings
-          Binary           : panjang tetap, max 8000 bytes
-          Varbinary      : panjang tidak tetap, max 8000 bytes
-          Image            : max 231 - 1


·    Money, Tipe ini masih varian dari Integer, tipe ini digunakan khusus untuk keuangan namun jarang digunakan.
-          Money                       :  -263 à 263
-          Small Money             :  -214.748, 3648 à 214.748, 3648
 




HTML5 and CSS3 All-in-One For Dummies

What Is HTML5?

C++ Better Explained: The intuitive beginner's guide

Official Guide to the TOEFL Test With CD-ROM, 4th Edition (Official Guide to the Toefl Ibt)

Learn JavaScript VISUALLY

Feature (Side)

© 2013 Information Technology as The Key of Future. All rights resevered. Designed by Templateism